Harga Liquid Vape

Apa itu E-liquid?

E-liquid / E-juice / Smoke juice / e-cig juice adalah kombinasi cairan khusus yang terdapat di dalam tangki cairan (catridge) rokok elektrik dimana akan dipanaskan sehingga menghasilkan uap. Cairan yang dapat diisi ulang tersebut memiliki beraneka cita rasa dan aroma yang dapat disesuaikan dengan kesukaan dari pengguna, biasanya terdiri dari rasa buah (apel, stoberi, laichi, cherry, pisang, anggur, semangka, blackberry, blueberry, dll), tobacco (Marlboro Red, Dji Sam Soe, dll), Makanan/Minuman (Cheesecake, kratindaeng, maritini, rum, kopi, coklat, vanila, tiramisu, mint, melon, alpukat, mocca, dll).

Komposisi E-liquid

Adapun bahan baku yang terdapat e-liquid adalah perasa, PG (Propylene Glycol), VG (Vegetable Glycerin/gliserin nabati), Nikotin ataupun non nikotin. Biasanya vapers/konsumen dapat memilih e-liquid yang beredar di masyarakat dengan berbagai level standar pencampuran dan konsentrasi nikotin yang berbeda – beda. Pada umumnya, 80-90% bahan baku yang terkandung dalam e-liquid adalah kombinasi perasa manis yaitu VG (Vegetable Glycerin), PG (Propylene glycol) dan sisanya adalah perasa (flavour) dan nikotin sebagai opsional.

Dimana PG berasal dari bahan organik yang bersifat kental, tidak berwarna, tidak berbau sengat, kental dengan rasa agak manis serta larut dalam air. PG berfungsi menghasilkan uap namun tidak memberikan efek throat hit berlebihan yaitu sensasi yang dirasakan saat merokok dengan rokok konvensional. Di industri, PG digunakan di mesin pembuat asap, kosmetik, pharmasi. VG atau Vegetable Glycerin terbuat dari minyak tumbuhan yang tidak berbau, bersifat kental berwarna, berasa manis, sebagai pelarut, pemanis dan penyeimbang antara asap dengan sensasi sehingga dapat merokok dengan lebih nikmat dan halus. Selanjutnya perasa (flavour) yang biasanya digunakan sebagai perasa makanan dan kemudian nikotin (jika ada) sebesar 0-2.4% sebagai stimulan seperti cafein cairan yang diekstraksi dari berbagai sumber tumbuhan seperti tembakau, tomat, terong, paprika, dll. Semakin kental e-liquid maka semakin tebal pula asap yang akan dihasilkan oleh rokok elektrik.

Adapun kadar nikotin dapat didefinisikan sebagai berikut:

  • Kadar nikotin Extra High, memiliki kadar 24mg nikotin dalam e-liquid.
  • Kadar nikotin High, memiliki kadar 16mg nikotin dalam e-liquid.
  • Kadar nikotin Medium, memiliki kadar 11mg nikotin dalam e-liquid..
  • Kadar nikotin Low, memiliki kadar 6mg nikotin dalam e-liquid.
  • Kadar non nikotin artinya tidak terdapat nikotin dalam e-liquid.

The US Food and Drug Administration (FDA) sendiri telah mengakui zat PG dan VG sebagai bahan yang aman dikonsumsi dalam industri farmasi dan makanan dan bebas diperjualbelikan. E-liquid tidak mengandung TAR yang dapat memicu iritasi tenggorokan, iritasi paru – paru, kanker dan membuat kuning gigi Anda. Hal itu disebabkan karena e-liquid tidak mengandung zat – zat yang sifatnya adiktif sehingga menyebabkan vapers/konsumen kecanduan serta membahayakan kesehatan.

Proses kerja E-liquid

E-liquid dalam tangki cairan akan diserap oleh sumbu yang telah dililit oleh kumparan kawat di dalam atomizer. Pada saat menyalakan kumparan kawat tersebut akan memanaskan e-liquid yang diserap oleh sumbu tersebut.  0.1 ml e-liquid sama dengan 1 batang rokok. Mengenai pengisian kembali e-liquid pada rokok elektrik diharapkan untuk diisi setengah saja, jika terlalu penuh maka refill akan masuk ke tengah tabung hingga asap yang dihasilkan akan berkurang. Sebaiknya tiup tabung dari atas hingga cairan yang ditengah turun ke bawah tabung terlebih dahulu. Sebelum mengisi e-liquid ke dalam tangki, kocok terlebih dahulu botol e-liquid sebab biasanya VG pada e-liquid kental dan mengumpal di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *